Pematri coretan Jiwa
KETAKUTAN ITU
Oleh : Neng Qorie Nur Awaliah
Ada sebuah dinding yang terus meninggi di balik jiwaku
Sebuah halangan yang terus mengkristal
Aku kian gusar saat
jiwa enggan menyadarinya
Hadir menyeruak ke dalam falsafah hidup dan sebuah tujuan
Kini aku dalam pekat malam nan basah
Diluar hujan, sedang rasa takutku diubun-ubun
Ada seutas kesadaran yang jauh ku simpul dibatang takdir
Kini melilit leherku, mencarik-carik asa tertinggi dijiwaku
Oh, harus sembunyi dimana aku
Bahkan satu detik yang lalu aku berusah melupakan
Namun, sesuatu yang kutuju itu kadang cepat
Kadang lambat menghembus pada ku
Yah, dunia ini telah kujadikan teman
Hidup seiring dengan gelak tawa yan dijual jadi tontonan
nasional
Menjual pil-pil agar aku lupa, agar kau lupa, agar mereka lupa
Ini tentang sebuah takut yang terlalu mencengkram Egois pada
hidup
Beberapa menit yang lalu aku membuang keikhlasan di pintu
kefanaan
Tapi sekarang dadaku sesak dengan penyesalan
Seiring dengan sebuah jalan yang terus kutunda untuk ku
lalui
Aku melewatkan saat aku harus menjadi aku
Ah, igin ku buang kefanaan ini,
Bersama setan-setan yang terus menanggulkan tanduknya
Diluar pekat malam kian mengukir air dalam jatuhnya
Semetara ilusi tak sampai dipintunya
Semua seolah menyeretku ke pusara hitam
Melumatkan emosi, berdenting-denting nyaring menggerogoti
dinding hati
Ah, dadaku semakin sesak aku terus ditari-tarik
Sesuatu menikam keras menghempas tepat di dada
Suara-suara hujan itu menjadi gema, kini rasanya seperti
terjatuh diruang hampa
Dimana oksigen tak pernah tercipta
Tiba-tiba sesuatu dalam jiwaku keluar menarik syarafku agar
aku diam
Ia mebuat kanvas dari gelentar seumpama gemuruh dalam
gelomang
Gemuruh-gemuruh itu melempar cuplikan kealfaanku
Rasa takutku tiba-tiba seumpama durja awan muram
Mataku mendung, menahan bulir-bulir kesiaan
Jiwaku kini entah dimana, seolah dihamburkan dari sebuah
ruang
Angin membawa butiran-butiran jiwaku
Saat ini Tuhan telah menyapaku , ya dan rasa gundah ini
adalah artikel kematian
Jiwaku yang menjadi debu mendadak lesu luluh lantah
Kepalaku tersungkur diatas bumi, dan hujan mulai menutup
tirainya di luar kamarku.
Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar