Dalam Lembayung
Oleh : Neng Qorie Nur
Awaliah
Dalam lembayung itu,
aku pernah titikan satu nama
Nama itu ku ukir
menjadi siluet yang cemerlang
Ku kagumi, ku cintai
dan ku tunggu hadirnya
Tumbuh menjadi harapan
agar selalu dipertemukan
Namun, nama itu dari
sebuah jiwa
Jiwa yang hendak
membuntuti fikiranku
Jiwa yang selalu
mengundang resah, menggugah
Oh, senyummu membuatku
beku
Diam-diam kau tarik
aku pada imajinasi tak bertepi
Rasanya, rasanya aku
ingin kau bawa lari
Menuju ke keindahan
yang paling indah
Seiring dengan sesuatu
yang diam-diam menyeruak
Menebar bunga-bunga
kekaguman dijiwaku
Kau, mungkin kau tak
tau tentang keanehan ini
Biarlah, biarlah
indahmu hanya dalam ilusi semata
Ketidak mungkinan menjadi
tembok yang begitu tinggi membatasi
Kau dan aku mungkin
saling menyimpan keindahan
Yah, keindahan yang
berbeda
Beda sebeda-bedanya,
bersamamu ku titipkan langit senja
Senja yang paling
indah yang hanya bisa ku nikmati seaat
Namun tak mampu ku
meraihnya.