Rabu, 15 Januari 2014

coret...



DAHULU
Oleh : Neng Qorie Nur Awaliah
                       
Dahulu aku melihat awan seperti halnya hatiku
Berhijrah dari sisi waktu dari sudut timur,
 namun belum sampai ke barat
hatiku selalu menerima permintaan bagai hausnya musim kemarau
sebuah  relung yang tak kunjung mematri satu jiwa

aku seolah dalam pengumbaraan yang tak kunjung menuai tujuan
padahal  jiwaku tak pernah beranjak disini
dibawah langit kebisuan bersama sekuntum harapan yang hendak ku bawa lari
saat ini sudah ada payung pelindung saat hati ini dihujan api kesepian
lalu ku tutup rapat-rapat pintu itu, yah pintu yang menggeliat ini
berada dalam pusara jiwaku,

dan kau, kutemukan dalam sosok penantianku
aku tak mencarimu, karna kita mungkin saling menemukan
taukah, aku takut jika awan membentuk jiwaku tersesat dalam arah angin
lantas aku meninggalkanmu walau tak untuk kulupakan

kebingungan dalam jiwaku kini membentuk sebuah pasir yang jatuh pada segenang air
malah berbentuk dan semakin jelas, maka sekeras cadas aku menahanmu dalam relungku
berusaha memenjarakan namamu, senyummu yang termanis
agar tak ada senyuman lain yang menanggul didalamnya
peliharalah rasa ini, rasa terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia

ketahuilah sayang, ketakutanku mungkin sesaat hilang
namun bersemayam dan kadang bangkit kembali
jadi tabahlah aku takan siakan sesuatu yang kau lukis di gradasi warna langit biru
jelaskan dan berikan warna terindah melebihi pelangi itu
agar aku tak beranjak, dan benar-benar membuat harap
bisa saling menaruh cinta di pelupuk mata
berharap hidup lalu mati disamping waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar