SUATU HARI
Oleh : Neng Qorie
Nur Awaliah
Suatu hari kita
akan sampai pada garis yang telah kita ketahui
Dimana kau tak
perlu lagi mengulas perbedaan kita
Tak sampai ribuan
hari, aku yang gemar meresapi percikan hujan
Aku yang mencintai
senja lalu menikmatinya dengan segelas kopi di gezebo
Tak pernah
berhenti menulis sajak-sajak untukmu
Raut wajahmu
begitu saja, selalu tak mudah ku pandangi
Entah karena ada
hal yang terlalu indah untuk menghiasi mataku
Namun, hal yang pasti
segala tentangmu dan sesuatu yang aku cintai
Tertulis pada
aksara-aksara yang pernah ku beri
Kau masih membisu
sayangku..
Kadang aku tak
menghiraukan hatiku saat kau mengguriknya
Beberapa kali
sembilu dan pecahan kaca membarut-barut, mengiris perlahan
Sampai jam dinding
enggan melihatnya
Aku tak penah
takut jika kau membuat danau dimataku
Dan aku
menumpahkannya derai dimalam hari
Ketahuilah
sayangku, aku tak pernah berkawan dengan lelah
Karna hatiku
menanam penawarnya
Hanya saja jika
senja tak indah lagi dengan samudra jingga bening diatas biru
Atau pagi tak
menuai embun lagi dan matahari kesiangan
Kala itu puisiku
juga memudar di cakrawala
Bersama
fatamorgana yang selama ini sulit ku ajak bicara
1000 tahun lagi
aku pernah berfikir dibawah pohon yang pernah kau sandari
Mungkin, jika
Tuhan memintaku bertemu, jika jasadku tak memahat rindu
Jika tawaku yang
pelan-pelan menjauh tak kau kejar
Atau senyumku yang
memudar diudara tak bisa kau gapai
Aku takan menggebu
melukis kata untukmu lagi
Dan pada saat yang
sama
Mungkinkah kau kenali aku menjelma serupa kata
?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar