Ketika menjadi pemula sebagai
pendidik junior yang masih sangat awam, ada rasa tidak percaya diri dengan
pengetahuan yang dipunya, mengingat ketika masih duduk di bangku sekolah dasar,
merasa tidak pernah menjadi siswa yang baik, kemungkinan akan dilanda banyak
polemik, namun ketika langkah mantap, saat masuk atau menghadapi anak-anak
bukan masalah keilmuan yang dipunya, tetapi kemampuan kita untuk membawa
situasi sikis anak-anak yang akan kita hadapi, menurut saya, mereka akan mudah
memahami ketika suasananya sesuai dengan hati mereka, harus tetap memberikan
sanjungan serta senyuman, buatlah dulu si anak menyukai tutur bahasa dan
prilaku kita, jangan pernah sekali-kali menekankan satu kewajiban yang membuat
anak ketakutan, ternyata tidak mudah, karena kita harus tahu kondisi setiap
anak, berikan sentuhan lembut dipundak anak, dan sapa setiap satu persatu.
Sebagai pendidik kitapun harus
menyukai dan mem biasakan diri terhadap anak-anak, jangan pernah membawa
masalah pribadi ke dalam kelas, atau melampiaskan kekesalan kita kepada
anak-anak, meskipun bukan guru sungguhan, tapi beriteraksi dengan anak-anak di
dunia pendidikan itu kuncinnya harus di nikmati, senang tapi sulit menghadapi
fase awal ini, kuncinya tetaplah bersabar dan memahami.
Jangan jadikan profesi
guru/pengajar adalah sarana mencar i uang atau penghasilan, yang akhirnya anda
hanya terobsesi pada realisasi penjaminan yang ada, sehingga mengesampingkan
peran murni seorang pendidik, ilmu yang bermanfa’at seta sabar yang luar biasa,
adalah jaminan kebaikan dunia dan akhirat, teruslah berbagi dan mencari ilmu.
Terimakasih untuk sampai saat ini
banyak sekali pejuang-pejuang pendidikan yang tetap semagat dalam kiprahnya,
mereka adalah pembawa perubahan zaman, memerangi kebodohan disetiap penjuru
dunia ini.
Terimakasih wahai Guru..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar