love motivasion
love motivasion..
menerima perbedaan yang telah digariskan, adalah suatu tindakan yang mudah tapi sulit, menghadapi dan menyingkap takdir, dan menghadapi hidup ini janganlah melihat sisi sulitnya, tapi cobalah lihat sisi mudahnya, karna memang semua hal di dunia ini takan ada gunannya, semua akan kembali dan bermuara pada sang pemegang kuasa skenario, di alam yang penuh dengan sandiwara ini, janganlah mengikuti sandiwara yang ada, semua ini bahkan tiada guna, jikapun tahu siapa diri kita dan dari mana, taakan pernah jiwa ini bersetubuh dengan duniawi, sayangnya hal yang dogmatis ini, dipenuhi dengan tipuan-tipuan belaka, seluruh penghuni alam ini mempercayai adanya Tuhan walupun, mereka menyikapinya berbeda-beda, mereka hanya tidak menyadari Tuhan mereka sesungguhnya sama, dengan perkembangan filsafat mereka, mereka mungkin bebas menggambarkan Tuhan sesuai pengetahuan mereka, karna hanya dengan keilmuan kita mengetahui Tuhan dan ciptaanya, jikapun kenyataanya semua ini sarat akan haus teori, segala hal tentang takdir dan Tuhan, adalah hal perspektif, segalanya serba menduga, teori demi teori dikaji, namun hal itu hanya dapat diselesaikan oleh diri kita dan keyakinan masing-masing, keyakinan disini adalah dalam konteks iman, sedangkan iman bisa diterima dengan logika dan hati,karana pengetahuanlah kita tahu, namun karna pengetahuan pulalah kita rentan menyimpang.
sesungguhnya, segalanya hanya urusan diri sendiri, karna pun datangnya ke bumi ini sendiri dan tiba-tiba ditanggung jawabi banyak hal, bahkan bumipun menjadi tanggung jawab kita, lalu pulang dengan tanggung jawab sendiri, intinya kita harus, lebih banyak mengkaji diri, karnapun hidupmu untukmu nanti, maka tunaikanlah urusanmu di dunia, jikapun segala perbedaan nyaris sempurna tergambar, tetapi semua manusia sama-sama diperkosa oleh aturan hidupnya, sudahkah lebih baik? jangan lontarkan keluhanmu pada manusia yang ditakdirkan berbeban, tapi selesaikanlah dengan pengetahuan dan keyakinan, antaramu dan Tuhan, hidup ini hanya persoalan maju atau diam.
jikapun kita tau syurga, tapi pengetahuan itu dari orang lain, ada atau tidaknya itulah hal perspektif yang hanya bisa diterima dengan keimanan kita, yang terpenting adalah menjadi yang baik didunia ini, menunaikan segala yang menjadi keharusn kita, sesuai apa yang telah ada, jikapun dunia ini sandiwara, maka buatlah sandiwara itu menjadi kenyataan. lekas bergerak, waktu telah lama meninggalkanmu, dunia takan menunggu kita menjadi baik lau kiamat, satu hal, ingatlah selalu kematian itu pasti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar