Sabtu, 12 April 2014

KAU..

Aku  lalui hidup denganmu merajut dan menanam mimpi
Kadang juga kita memainkan bulu ilalang dibawah senja
Kau..
Yang selalu membiarkanku membuat puisi
Tentang segala perasaan dan janji-janjimu
Kadang aku ditebari bubuk masalalu mu
Membuatku cemburu dalam sebuah  isyarat
Kau..
Tak pernah bercerita tentang sesuatu yang kau kubur
Yang kau tutup rapat dimasa itu
Ketika membuat janji jam 8 malam dengan senyuman kelu
Aku menapaki matamu disana jauh disana
Aku melihat kau yang rapuh

Satu hal yang membuat aku bertanya
Itu karna aku harus tidak peduli pada masalalumu
Beberapa denting dawai dalam gemericik air menerka dan membasahi
Jauh dalam kesadaranku
Aku memejamkan mata dan bayangmulah yang selalu menggema
Lebih dari elegi rindu di senjakala terbawa hingga pagi

Dan tentang pelukan yang sulit kulepas
Jiwamu adalah ketenangan
Tempat jiwaku kemah dan bersemayam
Sepesang senyum dan mata melempar tatap kala itu
Aku lumpuh dalam rasa

Aku seolah menapaki tangga-tangga awan yang membuatku melayang
Setelah sesuatu menekanku begitu dalam jauh sesuatu yang tak pernah ku gapai
Menyisakan pejaman mata seperti meneguk segelas wine didadaku bucah
Lalu aku mengerti dan terdiam memegang erat tanganmu
Lalu kita berlalu menemui hidup pada umumnya
Melupakan siapa kau, Siapa aku?
Dan bagaimana masalalu mu..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar