Aku lalui hidup denganmu merajut dan menanam mimpi
Kadang juga kita memainkan bulu
ilalang dibawah senja
Kau..
Yang selalu membiarkanku membuat
puisi
Tentang segala perasaan dan
janji-janjimu
Kadang aku ditebari bubuk masalalu mu
Membuatku cemburu dalam sebuah isyarat
Kau..
Tak pernah bercerita tentang sesuatu
yang kau kubur
Yang kau tutup rapat dimasa itu
Ketika membuat janji jam 8 malam
dengan senyuman kelu
Aku menapaki matamu disana jauh
disana
Aku melihat kau yang rapuh
Satu hal yang membuat aku bertanya
Itu karna aku harus tidak peduli pada
masalalumu
Beberapa denting dawai dalam
gemericik air menerka dan membasahi
Jauh dalam kesadaranku
Aku memejamkan mata dan bayangmulah
yang selalu menggema
Lebih dari elegi rindu di senjakala
terbawa hingga pagi
Dan tentang pelukan yang sulit
kulepas
Jiwamu adalah ketenangan
Tempat jiwaku kemah dan bersemayam
Sepesang senyum dan mata melempar
tatap kala itu
Aku lumpuh dalam rasa
Aku seolah menapaki tangga-tangga
awan yang membuatku melayang
Setelah sesuatu menekanku begitu
dalam jauh sesuatu yang tak pernah ku gapai
Menyisakan pejaman mata seperti
meneguk segelas wine didadaku bucah
Lalu aku mengerti dan terdiam
memegang erat tanganmu
Lalu kita berlalu menemui hidup pada
umumnya
Melupakan siapa kau, Siapa aku?
Dan bagaimana masalalu mu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar