Sabtu, 12 April 2014

coretan

Dan tentang siluet itu hanya sebuah mimpi..
mereguk keindahan yang belum habis,
tentang cinta dan mimpi seorang gadis yang merindukan bibir untuk diciumi senja
tentang rindu yang bergemuruh ditahan di pangkuan sukmanya,
melambaikan tangan pada kekasih
gadis itu makin sakit dengan rindunya,
 atas mimpi yang tak kunjung tunas,
sembari membentuk perahu kertas di kemarau sakit,
 membuyung imajinasi di danau asmara
berharap kekasihnya datang menjemput,
 menghabisi waktu sendiri yang sunyi
membawanya menghadang barat diusia senja,
 saling melempar senyum memeluk jiwa satu sama lain,
 serahkan gumpalan rindu yang tak selesai dipahat waktu
namun, itu masih ilusi yang dingin
sebuah tanya menyeruak "kapan kita kesana ?"
 di pancaran siluet senja menganyam mimpi
menebar tawa lalu hidup menghabiskan umur kita
disana aku ingin kau buat menangis,
 tangisan yang melengking ujung langit
itu tentang syukur, guruhku pada asmara dengan mu dan dengan Tuhan.

2014

()
pagi ini memotret tentang 6 tahun silam..
 suara meneduhkan hati dari para penghamba..
 jiwa yang menjauh dari keramaian.
ada damai yang menyelimuti,
dingn nya tembok pondok suci ini menyeruak menebar hangatnya rindu.. rindu yang sendu
memunguti irisan kenangan legam masalalu,
 penyair pernah berdosa pada takdir memainkan nya di jalan berdbu..
tawa abadi msh mengepul disukma.. mentari nampak sbntar lagi,
 ronanya masih sama ketika pertama kali aku melihatnya.
 apa kau ingat pertama kali itu ?
seperti mengingat nama angin.. atau gradasi warna dilangit pagi sblum mentari itu,
 adalah yang tesisa dari sang penyesal {}


rindu))
Rindu kalimat manis diujung perckapan kita ,
rindu kata bait akhir pesan mu..
katanya penyair itu ingin membuat sejarah,
namun sejarahnya telah lari,
ingn skali aku membca bait syairnya tapi sayang serupa puisi itu telah dihapus..
membiarkan para pmahat senja buta meraba2 sunyi..
di sisi tebing kelam yang masih jauh..
wangi kisah cinta pelan2 menjadi nama hujan dikmarau sakit,
segerik puisi dsanaptn tlah kering..
bersama daun knangan bulan desember,
di sejuk yang memeluk, di sunyi yang mesra..
seperti angn yang trus mencumbui semesta..

hari ini tiada lagi berbntuk , mlah menyilaukan {}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar