Rabu, 26 Maret 2014

Pertiwi..
Oleh : neng qorie nur awaliah
Aku masih berdiri disini
Menikmati air hujan yang pelan-pelan menerka
Hujan ini pernah disalahkan, disudutkan manusia
Kaki hujan kemarin adalah tangisan lirih para pecandu nelangsa

Bersama kabut getir yang selimuti ujung negriku
Perlahan-lahan menumpahkan airmata lara
Kesedihan nya telah menjadi nilai jual
Ratapannya mulai jadi obral tontonan nasional

Dan, inilah negriku yang semraut
Disamping maling-maling elite yang makin meradang
Ditengah orang pinggiran yang kelaparan
Dan yang memilih hidup sesaat dalam hura
Atau kumpulan para praksi dan penguasa keji
Sesaat segelintir pahlawan tanpa tanda jasa melupakan kata Tanpa nya

Wajah negriku  menjadi anomali bagi penghuninya
Ah, siapa yang mau menjadi Demagogi yang
Memberikan tamparan kepada orang-orang yang taklid buta
Terhadap sistem, otoritas, dan politik yang penuh tanda tanya

Negriku juga pernah ditabur wangi prestasi
Namun  ternodai oleh legitimasi yang aneh
Para penguasa yang terlalu prestise
Membiarkan mapia politisi mengadakan konspirasi di tengah airmata

Kembalilah pertiwi, kau mulai tersenyum getir
Aku juga takut negriku malah mempermainkan perawan
Luka mu makin napap, matamu menahan mendung
Semoga saja , mata yang lahir esok hari
Membawa tunas harapan bagimu pertiwi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar