Pertiwi..
Oleh : neng qorie nur awaliah
Aku masih berdiri disini
Menikmati air hujan yang pelan-pelan
menerka
Hujan ini pernah disalahkan,
disudutkan manusia
Kaki hujan kemarin adalah tangisan
lirih para pecandu nelangsa
Bersama kabut getir yang selimuti
ujung negriku
Perlahan-lahan menumpahkan airmata
lara
Kesedihan nya telah menjadi nilai
jual
Ratapannya mulai jadi obral tontonan
nasional
Dan, inilah negriku yang semraut
Disamping maling-maling elite yang
makin meradang
Ditengah orang pinggiran yang
kelaparan
Dan yang memilih hidup sesaat dalam
hura
Atau kumpulan para praksi dan
penguasa keji
Sesaat segelintir pahlawan tanpa
tanda jasa melupakan kata Tanpa nya
Wajah negriku menjadi anomali bagi penghuninya
Ah, siapa yang mau menjadi Demagogi
yang
Memberikan tamparan kepada orang-orang
yang taklid buta
Terhadap sistem, otoritas, dan
politik yang penuh tanda tanya
Negriku juga pernah ditabur wangi
prestasi
Namun ternodai oleh legitimasi yang aneh
Para penguasa yang terlalu prestise
Membiarkan mapia politisi mengadakan
konspirasi di tengah airmata
Kembalilah pertiwi, kau mulai
tersenyum getir
Aku juga takut negriku malah
mempermainkan perawan
Luka mu makin napap, matamu menahan
mendung
Semoga saja , mata yang lahir esok
hari
Membawa tunas harapan bagimu pertiwi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar